Agus Setiawan

Just another WordPress.com site

Archive for the month “November, 2011”

Haru Biru Ikastaraku dan Merah Membara keluarga badminton HIMATIKA-ku

Rabu, 09 November 2011 menjadi semacam acara perpisahanku dengan ikastarans Bandung. Acara yang sangat sederhana untuk merayakan wisuda abang dan kakak yang mereka cintai, itulah yang dilakukan keluargaku, ikastara Bandung. Sekedar berkumpul bersama di salah satu rumah kontrakan anggota ikastara (kontrakan Muhammad Iqbal TN17 di jalan Terusan Ekologi No.2, Perumahan Dosen Unpad, Cigadung) lantas makan bersama seadanya. Untuk urusan makan ini memang benar-benar seadanya karena saya yakin sepenuhnya bahwa dua nasi tumpeng tadi malam sama sekali tidak memenuhi perut lapar para alumni lembah tidar. Selera makan atau lebih tepatnya porsi makan kami memang luar biasa. Tempaan sewaktu di Magelang sana memang mengharuskan kami untuk menimbun energi sebanyak-banyaknya selagi kami bisa, maklum saja aktivitas disana bila dijalani dengan benar akan menguras tenaga sangat besar. Hasilnya hampir sebagian besar alumni Taruna Nusantara memiliki porsi makan kelewat biasa. Tak dapat dipungkiri bahwa porsi makan ini menjadi salah satu trade mark anak-anak ikastara. Jadi maaf ya, adik-adikku ikastarans Bandung. Kami, para alumni Oktober 2011 belum berpenghasilan, masih meminta dari orang tua jadi cuma selahap makanan itu saja yang mampu kami sajikan saat ini. Maybe next time we will hold (real) feast.

Terlepas dari itu maka acara ini cukup bagus untuk jadi permulaan tradisi syukuran wisuda di ikastara Bandung. Dengan acara seperti ini setidaknya bisa terjalin silaturahmi dan jadi gathering sederhana untuk merekatkan kekeluargaan diantara sesama anggota. Sekali lagi ikastara (Bandung) adalah keluarga, ikastara adalah saudara tanpa memandang angkatan. Persaudaraan yang hangat dan menentramkan itulah seharusnya ikastara. Lewat acara seperti ini tanpa perlu ada pertunjukkan musik atau sandiwara bisa terpupuk semangat kekeluargaan dan kebersamaan diantara anggota. Penting sekali kerekatan antar anggota karena dengan rekatnya anggota menandakan hadirnya harmoni dalam tubuh ikastara. Dengan begitu banyak hal bisa dilakukan ikastara. Terutama sekali mewujudkan “…memberikan karya yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia.”

Sebenarnya pada saat acara syukuran ini berlangsung, berlangsung pula latihan tim badminton HIMATIKA (Himpunan Mahasiswa Matematika ITB) di Gor Cisitu. Sudah barang tentu tubuhku tidak bisa dibagi dua untuk menghadiri dua-duanya maka syukuran ikastara yang kupilih. Bukan tidak mau mendampingi latihan tetapi tidak bisa padahal kepingin banget buat datang melihat penerusku latihan. Disamping ikastara aku juga merasakan kehangatan keluarga di beberapa perkumpulanku. KCAI (Keluarga Cinta Anak Indonesia) beserta anak-anak jalanan simpang Dago dan sekarang ditambah anak-anak kampung 200 Cisitu sudah kuanggap seperti keluarga sendiri juga keluarga badminton HIMATIKA yang memang punya tempat di hatiku. Ya, kami dekat satu sama lain walau beda angkatan dan jarang ketemu ketika perkuliahan. Semua itu bermula saat Ganesa Badminton Championship (GBC) 2010, kejuaraan badminton tahunan di ITB. Kami sering latihan bersama menjelang kompetisi itu bergulir dan di kompetisi itu tim ini melaju kencang. Sampai akhirnya tim ini mencatatkan prestasi tinggi di GBC 2010 dengan menggondol runner up beregu dan runner up ganda campuran. Selain piala, panitia juga memberikan hadiah berupa fresh money. Lumayan hadiahnya dan sebagian besar masuk kas olahraga HIMATIKA, sebagiannya lagi untuk berpesta. Pesta disini kami artikan makan bersama dan beberapa waktu setelahnya kami makan bersama di Pizza Hut Dago. GBC selesai dan kebersamaan kami berlanjut pada even olahraga dua tahunan di ITB yaitu Olimpiade KM ITB yang keenam, awal tahun 2011. Sudah barang tentu bukan badminton saja yang dipertandingkan dalam olimpiade ini. Banyak sekali cabang yang dipertandingakan dan akan panjang kalau diceritakan sekarang. Singkatnya di olimpiade KM ITB ini prestasi badminton HIMATIKA tidak secemerlang waktu GBC, hanya runner up ganda putri yang bisa digondol, di nomor beregu kandas di perempafinal oleh HMS dan di nomor-nomor lain mulai dari tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan ganda campuran juga kandas. Begitulah kisah terbentuknya keluarga (kecil-kecilan) badminton HIMATIKA.

Anggota keluarga badminton waktu itu adalah aku, Ramdhan “atang”, Irsyadul, Maulana, Yongki (2007), Robieth, Saraswati, Atina (2008) dan Awalia (2009). Tetapi belum pernah kami berkumpul lengkap dalam acara makan bersama, selalu saja ada yang berhalangan termasuk waktu makan di PH Dago. Selepas makan-makan di PH beberapa waktu kemudian kami makan bersama lagi di Cilencang Dago Pakar, dinner indah ditemani pemandangan malam Bandung dan terakhir kami makan bareng lagi Ramadhan kemarin di Ikan bakar Niagara Setiabudhi dengan tambahan anggota baru, Aby (2006) namanya. Tapi aku sedikit bersedih karena kawanku, Ramdhan “atang” sudah jarang banget bersua bersama kami.

Bulan Oktober 2011 berlalu dengan sebagian besar anggota keluarga ini sudah lulus dan perhelatan GBC 2011 sudah dekat. Walau kami (aku, maul, irsyad, yongki dan atang) sudah lulus tapi tiap Rabu malam pasti kami yang tua-tua diajak latihan tim dan tiap malam minggu kuundang mereka untuk datang di Agus & Friends badminton (Badmintonan yang kubuat dengan peserta teman kosan, Ikastara dan HIMATIKA serta belakangan ada adik-adik kampung 200 juga). Hitung-hitung membantu tim untuk latihan kecil-kecilan dengan bermain melawan orang-orang yang lebih banyak menggunakan tenaga ketimbang memeragakan skill mengagumkan. Selepas Oktober ini rencanaku akan menyerahkan badmintonan malam minggu untuk ikastara sepenuhnya dan berakhir sudah Agus & Friends badminton.

Sewaktu tulisan ini diterbitkan tim beregu badminton HIMATIKA sudah memainkan dua pertandingan di nomor beregu (seperti piala Sudirman) dalam ajang tahunan, GBC 2011. De Javu, pada pertandingan pertama HIMATIKA kembali harus melawan Amisca (Himpunan Mahasiswa Kimia), tahun lalu HIMATIKA juga bertemu Amisca di semifinal beregu dan sekarang harus berjibaku kembali bahkan lebih dini. Beban berat dipikul tim ini karena mewarisi predikat yang tak sembarangan, tahun lalu di GBC 2010, seperti yang sudah kubilang tim beregu HIMATIKA mampu menembus partai puncak walau harus puas dengan runner up karena secara materi memang kalah dari lawannya, IMA-G (Arsitek). Amisca berhasil dikalahkan dan keesokan harinya tim ini harus kembali berjibaku dalam partai perempatfinal melawan HMFT. Tim dengan kekuatan pemain putranya sangat kuat walau pemain putrinya memang kurang. Sesuai prediksiku HIMATIKA menang dengan susah payah dengan skor 3-2. Semifinal pun ditangan dan lawan berikutnya adalah IMG. Pekan depan mereka akan bermain melawan IMG dan kalau boleh memberikan prediksi maka tim ini akan melaju ke partai puncak dan akan menemui HMF, farmasi. Dengan melaju ke partai puncak maka tim ini berhasil (minimal) mempertahankan predikat yang disandang tahun lalu. Berharap lebih itu tentu tapi sungguh berat menurutku.

Terima kasih ikastaraku dan selamat berjuang tim beregu HIMATIKA. Sebentar lagi mungkin waktu perpisahan kita karena saya berencana akan berkarya di luar Bandung. Saya pasti akan merindukan kalian semua.

Menjelang dini hari di kamar nan sunyi seberang Masjid Al Amanah, Cisitu
Agus Setiawan

Post Navigation