Agus Setiawan

Just another WordPress.com site

Archive for the month “April, 2012”

Suriah Berdarah

Berikut adalah link video interview dengan Syaikh Muhammad Hasan rahimahullah tentang sekelumit tragedi yang menimpa kaum muslimin di Suriah. Semoga makin banyak kaum muslimin yang tahu dan memahami apa yang terjadi serta mengambil sikap yang benar dan mampu memetik banyak hikmah dari tragedi ini. Minimal-minimalnya kita jadi bersyukur terhadap kondisi kita sekarang bagaimanapun sulitnya dan menjadi motivasi untuk semakin rajin beribadah (insyaAllah).

Untukmu saudara-saudaraku di Suriah bersabarlah kalian, wahai orang-orang yang beriman, atas derita dan sakit yang tidak berkesudahan. Bersabarlah sekalipun kepalamu jadi taruhan, bersabarlah sekalipun ibu, bapak, anak, istri dan kemenakan dibumihanguskan dengan penuh kedzaliman. Semua boleh pergi dari sisimu tapi keimanan tak boleh ikut terampas karena imanlah bekal hakiki untuk menuju jannah Ilahi Rabbi. Ketegaranmu diatas iman dan enggan bersujud diatas foto Bashar, sekalipun harus meregang nyawa dengan cara yang amat menyakitkan insyaAllah termasuk syahid. Syahid adalah keagungan dan kemuliaan yang sama sekali tidak murah. Hari ini boleh pembunuh dan pemenggal itu menang tapi yakinlah bahwa nanti mereka akan jadi penghuni neraka (jahannam). Hari ini (di dunia) boleh kalian kalah tapi kemenangan yang besar menantimu wahai orang-orang yang beriman. Ayat Allah ta’ala sangat terang tentang hukum menumpahkan darah seorang mukmin dengan sengaja.

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. {QS. An Nisaa’ : 93}

Bersabarlah yang dengan demikian harumlah nanti kalian punya jenazah. Hati kaum muslimin luka melihat kedzaliman ini dan kami yang tidak mampu berbuat apa-apa sungguh teriris hati melihat kekejian ini. Hanya doa yang bisa kami panjatkan saat ini dan semoga mencukupi. Saya pun mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita di Suriah yang sedang dilanda ujian dan cobaan luar biasa. Semoga Allah menjadikan mereka yang gugur diatas keimanan termasuk ke dalam golongan syuhada dan semoga Allah tidak mengabaikan kita semua…aamiin

Gigihlah

Gigih

Gigih,

Bukan tak pernah mengenal pahit

Bukan tak pernah mengenal sakit

Bukan tak pernah morat-marit

Tapi gigih selalu berusaha sembuh dari sakit

Kembali bangkit dari morat-marit

Dan selalu memusatkan upaya untuk mengubah si pahit

Gigih, punya kawan

Namanya payah bin lelah

Pun ada yang bernama perih dan letih

Bahkan konon tetangganya ada yang bernama menyerah

Tatkala payah bin lelah menggoda

Dia lawan sang kawan dengan perkasa

Dan tatkala perih merona

Dia obati dengan sabar sepenuh jiwa

Yang menariknya tatkala letih mengajak bersua

Dia tak mau sedikit pun ikut bercengkerama

Bahkan ketika si menyerah tak jemu-jemu menyapa

Dia tak sungkan menghempaskan si tetangga

Untukmu yang sedang berselimut duka

Untukmu yang sedang bermendung lara

Untukmu yang sedang kalah dalam urusan dunia

Gigihlah dan jangan menyerah

Karena Allah senantiasa bersama kita

Sajak sederhana ini dibuat tatkala mencari kembali inspirasi yang sempat hilang ditelan rasa kecewa karena sederet keadaan tidak mengenakkan belakangan ini. Sajak ini terinspirasi kisah mereka-mereka yang pernah menginap di “hotel” kelas wahid di seantero jagat raya. Hotel itu bernama Guantanamo, David Garcia, Bagram, Abu Gharib dan yang semisalnya. Mereka yang dipenjara tanpa pernah diadili hanya karena mereka muslim yang berusaha menjalankan keyakinannya dengan sepenuh hati. Mereka yang dipenjara hanya karena kebetulan teroris itu muslim tapi tatkala terjadi teror dengan pelaku selain muslim tak pernah ada cerita “hotel-hotel” itu kelebihan pengunjung.

Lewat sedikit goresan tinta ini saya ingin berbagi inspirasi kepada saudara-saudara seiman agar kau mengerti bahwa di belahan dunia sana ada begitu banyak muslim bisa bertahan dalam kondisi yang benar-benar tak mengenakkan hanya bermodalkan keteguhan iman. Ada yang tak melihat matahari dalam hitungan bulan dan ditempatkan dalam “kamar hotel” berukuran 2 X 2 meter saja demi mengejar pengakuan bahwa teror itu mereka yang lakukan.

Kisah-kisah tentang muslim yang tegar diatas iman di dalam “hotel” kenamaan insyaAllah bulan depan diterbitkan. Sebagai pelengkap dari pengantar pada tulisan saya kali ini dan semoga bisa membuat kita semakin rajin bersyukur.

Post Navigation