Agus Setiawan

Just another WordPress.com site

Gigihlah

Gigih

Gigih,

Bukan tak pernah mengenal pahit

Bukan tak pernah mengenal sakit

Bukan tak pernah morat-marit

Tapi gigih selalu berusaha sembuh dari sakit

Kembali bangkit dari morat-marit

Dan selalu memusatkan upaya untuk mengubah si pahit

Gigih, punya kawan

Namanya payah bin lelah

Pun ada yang bernama perih dan letih

Bahkan konon tetangganya ada yang bernama menyerah

Tatkala payah bin lelah menggoda

Dia lawan sang kawan dengan perkasa

Dan tatkala perih merona

Dia obati dengan sabar sepenuh jiwa

Yang menariknya tatkala letih mengajak bersua

Dia tak mau sedikit pun ikut bercengkerama

Bahkan ketika si menyerah tak jemu-jemu menyapa

Dia tak sungkan menghempaskan si tetangga

Untukmu yang sedang berselimut duka

Untukmu yang sedang bermendung lara

Untukmu yang sedang kalah dalam urusan dunia

Gigihlah dan jangan menyerah

Karena Allah senantiasa bersama kita

Sajak sederhana ini dibuat tatkala mencari kembali inspirasi yang sempat hilang ditelan rasa kecewa karena sederet keadaan tidak mengenakkan belakangan ini. Sajak ini terinspirasi kisah mereka-mereka yang pernah menginap di “hotel” kelas wahid di seantero jagat raya. Hotel itu bernama Guantanamo, David Garcia, Bagram, Abu Gharib dan yang semisalnya. Mereka yang dipenjara tanpa pernah diadili hanya karena mereka muslim yang berusaha menjalankan keyakinannya dengan sepenuh hati. Mereka yang dipenjara hanya karena kebetulan teroris itu muslim tapi tatkala terjadi teror dengan pelaku selain muslim tak pernah ada cerita “hotel-hotel” itu kelebihan pengunjung.

Lewat sedikit goresan tinta ini saya ingin berbagi inspirasi kepada saudara-saudara seiman agar kau mengerti bahwa di belahan dunia sana ada begitu banyak muslim bisa bertahan dalam kondisi yang benar-benar tak mengenakkan hanya bermodalkan keteguhan iman. Ada yang tak melihat matahari dalam hitungan bulan dan ditempatkan dalam “kamar hotel” berukuran 2 X 2 meter saja demi mengejar pengakuan bahwa teror itu mereka yang lakukan.

Kisah-kisah tentang muslim yang tegar diatas iman di dalam “hotel” kenamaan insyaAllah bulan depan diterbitkan. Sebagai pelengkap dari pengantar pada tulisan saya kali ini dan semoga bisa membuat kita semakin rajin bersyukur.

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: