Agus Setiawan

Just another WordPress.com site

Archive for the tag “kesetiaan”

Seorang Sahabat . . .

Memelihara nilai-nilai persahabatan terkadang melelahkan, menjengkelkan dan sering pula tak mengenakkan. Tetapi itulah yang membuat persahabatan menjadi indah karena bulan pun menjadi indah karena gelap malam. Yakinlah jika kita bersahabat dengan anak manusia suatu waktu akan tersaji cobaan bagi persahabatan kita. Ingat, manusia tidak ada yang sempurna. Tapi patut dicatat persahabatan sejati akan tumbuh bersama dengan kemakluman atas ketidaksempurnaan masing-masing diri.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi berproses seperti besi menajamkan besi. Persahabatan diwarnai dengan  beragam pengalaman, baik suka maupun duka, dihibur juga pernah disakiti, diperhatikan juga dikecewakan, didengar dan diabaikan dan banyak terang-gelap lainnya yang mewarnai persahabatan. Namun patut dicatat bahwa itu semua tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan menyakiti atau benci. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan karena itu ia beranikan menegur kesalahan sahabatnya apa adanya.

Seorang sahabat juga tak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyampaikan nasihat bahkan yang amat menyakitkan sekalipun dengan tujuan sahabatnya mau berbenah. Bukan sekedar untuk menarik simpati, perhatian atau mengejar pujian karena seorang sahabat akan senantiasa memelihara persahabatannya dengan penuh kepedulian dan kesetiaan. Begitulah laku seorang sahabat

Seorang sahabat merindukan untuk selalu menjadi bagian kehiduapan sahabatnya karena ia menginginkan kebaikan-kebaikan yang dimilikinya juga dimiliki sahabatnya bahkan lebih pun dia rela. Maka jelaslah bahwa setiap orang butuh sahabat sejati, tapi sayangnya tak semua berhasil memiliki. Banyak orang menyangka telah menikmati indahnya persahabatan dan kebersamaan, tapi semua tiba-tiba hancur karena pengkhianatan. Itulah persahabatan yang tidak dibangun diatas keimanan. Rapuh dan jelas menggelisahkan. Muara persahabatan sejati haruslah ridha Ilahi Rabbi, kalau begitu muaranya maka seiring berlalunya waktu persahabatan itu akan makin mekar bukan pudar.

Kalau kita temukan sahabat itu satu jenis dengan kita maka jagalah, peluk eratlah, hargailah dan teruslah pelihara. Namun jika ia lawan jenis dan kita pun belum halal baginya maka percayalah kebersamaan yang demikian tak akan menenangkan karena laknat Allah bersama dengan kebersamaan kita dengannya. Bersabarlah, kuatlah untuk bisa menjauh, untuk bisa berhenti sejenak, untuk bisa mundur dari keinginan bermesra-mesraan sampai waktu itu tiba.

Ingatlah sahabat, bahwa menjauh itu bukan berarti melupakan, berhenti sejenak bukan berarti tidak meneruskan perjalanan dan mundur bukan berarti meninggalkan.

Menjelang Maghrib

Rabu, 8 Dzulhijah 1433 H

Kota Kembang

Iklan

Post Navigation