Agus Setiawan

Just another WordPress.com site

Archive for the tag “shalat malam”

Tafsir Surat Ad Dhuha ayat 2-3

(2) Dan demi malam apabila telah sunyi

Allah bersumpah demi waktu malam yang datang menjelang selepas siang. Suasana yang tenang hingga menjadi gelap gulita. Allah tetapkan malam sebagai penutup cahaya siang untuk digunakan manusia beristirahat. Sesuai dengan firman Allah ta’ala pada surat Al An’am ayat 96 yang artinya

“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.”

Jadi istirahatlah di waktu malam dengan cukup agar badan kita sehat dan kuat untuk beribadah kepada Allah dan bisa ikhtiar dengan maksimal dalam mencari rezeki pada siangnya. Di waktu malam ini dianjurkan untuk melaksanakan shalat malam, shalat yang paling utama setelah shalat fardhu. Apabila belum terbiasa maka dibiasakan perlahan-lahan secara bertahap dan kontinu. Allah menyukai amalan yang sedikit tapi kontinu, tentu akan lebih baik kalau banyak dan kontinu.

(3) Rabb-mu tidak meninggalkan kamu (Muhammad) dan tiada (pula) membencimu

Surat ini diturunkan untuk mematahkan anggapan orang-orang musyrik bahwa Allah ta’ala telah meninggalkan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam disebabkan Nabi tidak bangun (untuk shalat malam) selama satu atau dua malam. Dalam riwayat yang lain dari al-Aswad bin Qais, ia mendengar Jundub berkata, “Jibril terlambat membawa wahyu kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, maka orang-orang musyrik berkata, ‘Muhammad telah ditinggalkan oleh Rabb-nya.’ Lalu Allah ta’ala menurunkan ayat,”Demi waktu dhuha. Dan demi malam apabila telah sunyi. Rabb-mu tidak meninggalkan kamu (Muhammad) dan tiada (pula) membencimu.” {Ath Thabari(XXIV/486)}

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa beliau shalallahu ‘alaihi wassalam adalah makhluk yang paling dicintai Allah ta’ala. Karena itu Allah memilihnya untuk mengemban risalah terbesar, untuk memimpin umat termulia dan yang tidak kalah penting Allah jadikan beliau shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai penutup para nabi dan rasul, tidak ada nabi dan rasul lagi setelahnya. Bahkan Allah selalu memantau, mengawasi, memelihara dan menjaganya dan Allah telah berkata kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dalam firmanNya

“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat) perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud.” (QS. Asy Syu’ara : 218-219)

Hikmah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak bangun shalat malam dalam beberapa waktu menunjukkan bahwa shalat malam hukumnya tidak wajib dan menunjukkan bahwa beliau shalallahu ‘alaihi wassalam adalah manusia yang bisa lupa, sakit, lapar, terluka dan perkara-perkara lain yang menimpa manusia pada umumnya. Lewat jalan seperti ini Allah memberikan contoh yang sempurna kepada manusia dalam menjalani hidupnya dan lewat ayat ini Allah menegaskan bahwa tidak mungkin Allah meninggalkan manusia pilihanNya.

Iklan

Post Navigation