Agus Setiawan

Just another WordPress.com site

Archive for the tag “syair”

Nasihat Orang Tua pada Anak versi Pak Taufiq Ismail

Berikut adalah kutipan syair dari bapak Taufiq Ismail yang beliau buat pada tahun 1965

Nasihat-Nasihat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa

Jika adalah yang harus kau lakukan ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan ialah yang bernama keyakinan
Jika adalah yang harus kautumbangkan ialah segala pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus kau agungkan ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan memilih mati ialah syahid di jalan Ilahi.

-April, 1965-

Perhatikan baik-baik syair pak Taufiq Ismail ini, syair singkat sarat makna dan mendalam karena yang dipesankan sungguh mulia dan tentu tidak mudah dijalankan pun diwujudkan pada zaman sekarang ini. Nasihat pertama terkait kebanaran yang harus senantiasa kita sampaikan dan lakukan. Tak hanya meneriakkan kebenaran tapi sepi dari pengamalan, tidak, tidak demikian adanya. Kalau boleh mengartikan bahwa pesannya adalah kita harus amar ma’ruf nahi mungkar 

juga memberi teladan dengan melakukan apa yang sudah kita katakan semaksimal mungkin yang kita bisa.

Kedua, soal keyakinan yang tidak boleh kita perjualbelikan sekalipun dengan segunung harta benda dan materi sejagat raya apalagi ditukar hanya dengan rupiah yang tidak seberapa. Tidak boleh dan sungguh dungu yang demikian.

Ketiga, terkait menumpas kedzaliman. Memberantas segala bentuk kejahatan yang memudaharatkan sesama. Pesan ini juga ga gampang karena untuk memberantas kedzaliman kita harus tahu mana kedzaliman mana bukan. Tahu dengan timbangan yang benar bukan perasaan dan sebenar-benar ukuran adalah Al Quran dan sunnah. Tak cukup sampai disitu untuk memberantasnya juga ga boleh serampangan karena memberantas kedzaliman harus dengan cara-cara yang baik bukan memberantas kedzaliman dengan cara yang dzalim. Kalau begitu kita juga pelaku kedzaliman bahkan lebih parah karena mengatasnamakan kebenaran.

Keempat, tambah jelas bahwa hanya kepada Allah dan Rasul-Nya cinta yang hakiki kita sematkan. Cinta pada Allah sebagai puncak kecintaan diatas segala-galanya diatas manusia siapapun dia, mau ibu, bapak, adik pun istri atau suami. Konsekuensi dari cinta adalah kerelaan untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan itu menempati tempat tertinggi yang punya arti bila dibenturkan dengan perintah dari siapapun itu, perintah Allah dan Rasul-Nya yang harus dikedepankan.

Kelima, nasihat paling akhir dari syair ini adalah tentang akhir kehidupan manusia yang pasti akan dialami oleh setiap yang bernafas. Tutup usia, meninggalkan alam dunia, meninggalkan ranah beramal menuju ranah pertanggungjawaban dan tiada lagi kesempatan beramal. Pilihannya tinggal dua berbahagia atau penyesalan tiada berujung karena keliru memaknai kehidupan dan salah menempatkan prioritas dalam perkataan dan perbuatan selama di alam dunia. Bercita-cita menjadi mujahid dan mati syahid di jalan Ilahi Rabbi itulah pesan yang disampaikan yang harus terbenam dalam hati setiap muslim. Mati syahid akan mengantarkan si syahid ke surga tanpa hisab dan perhitungan, langsung menuju jannah dan berkumpul dengan para syuhada. Balasan dari Allah ta’ala  bagi yang menjaga keimanan dan tauhid serta berjuang menolong agama Allah dengan dilambari keikhlasan sekalipun harus meregang nyawa di tangan musuh-musuh Allah.

Terima kasih pak Taufiq Ismail, semoga Allah balas anda dengan kebaikan yang banyak dan memberkahi hidup bapak. Jangan bosan-bosan menasihati kami yang masih muda ini lewat syair-syair bapak.

Sumber utama : http://taufiqismail.com/puisi-puisi-menjelang-tirani-dan-benteng/benteng/98-nasihat-nasihat-kecil-orang-tua-pada-anaknya-berangkat-dewasa 

Post Navigation